Minggu, 24 Mei 2015

KISI-KISI SOAL SEMESTER GENAP MAPEL TIK KLS VIII SMP DARUSSALAM

1. Jenis perangkat lunak pengolah angka.
2. Lembar kerja pengolah angka.
3. Manfaat pengolah angka.
4. Langkah-langkah mengaktifkan lembar kerja MS. Excel 2007.
5. Submenu dari Office Button pada MS. Excel 2007.
6. Arti cell dan range pada MS. Excel 2007.
7. Perbedaan workbook dan worksheet.
8. Langkah-langkah menampilkan border, font, font size dan font style.
9. Fasilitas penggabungan cells.
10. Langkah-langkah menampilkan print preview.
11. Pengertian fungsi statistik (SUM, AVERAGE, MAX, MIN, COUNT)
12. Langkah-langkah Pembuatan Grafik pada MS. Excel 2007.
13. Jenis-jenis Grafik pada MS. Excel 2007.
14. Bentuk penulisan perintah SUM, AVERAGE, MAX, MIN, COUNT.
15. Bentuk penulisan penanggalan (date) pada MS. Excel 2007.
16. Perbedaan exit dan close.
17. Perbedaan copy dan cut.
18. Arti icon pada tab Home.
19. Jenis perataan teks pada lembar kerja MS. Excel 2007.
20. Bentuk penulisan fungsi logika beserta artinya. 

KISI-KISI UJIAN SEMESTER GENAP MAPEL TIK KLS VII SMP DARUSSALAM

1. Pengertian Komputer.
2. Jenis-jenis perangkat keras dan perangkat lunak.
3. Media penyimpanan.
4. Jenis-jenis perangkat aplikasi berupa pengolah kata, angka, presentasi, bahasa program, grafis.
5. Koneksi Internet.
6. Lembar kerja program Paint.
7. Toolbox pada program Paint.
8. Lembar kerja program WordPad.
9. Perbedaan sistem operasi DOS dengan Windows.
10. Contoh program editing video.
11. Keuntungan penggunaan software DeepFreeze.

KISI-KISI UJIAN SEMESTER GENAP MAPEL IPS TERPADU KLS VIII SMP DARUSSALAM

1. Sikap rakyat Indonesia mengetahui kekalahan Jepang terhadap Sekutu.
2. Penyebab perbedaan pendapat antara golongan tua dan golongan muda mengenai Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
3. Makna Proklamasi Kemerdekaan Indonesia bagi rakyat Indonesia.
4. Proses pembentukan BPUPKI dan PPKI.
5. Hasil sidang BPUPKI dan PPKI.
6. Bentuk hubungan sosial.
7. Syarat terjadinya interaksi sosial.
8. Pendapat para ahli mengenai pengendalian sosial.
9. Proses pengendalian sosial.
10. Upaya menanggulangi pengangguran di Indonesia.
11. Masalah kesempatan kerja.
12. Jenis-jenis BUMN dan BUMD.
13. Sistem perekonomian Iindonesia.
14. Prinsip pemungutan pajak.
15. Jenis-jenis pajak.
16. Faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran suatu barang.
17. Kurva permintaan dan penawaran.
18. Janji Koiso.
19. Faktor yang mendorong terjadinya interaksi sosial di dalam masyarakat.
20. Cara memperluas kesempatan kerja.
21. Cara menghitung besarnya PBB yang dibayar oleh wajib pajak.

KISI-KISI UJIAN SEMESTER GENAP MAPEL IPS TERPADU KLS VII SMP DARUSSALAM

1. Pengertian Atlas, Globe, dan Peta.
2. Jenis-Jenis Atlas dan Peta.
3. Manfaat Atlas, Globe, dan Peta.
4. Komponen-komponen dalam Peta.
5. Pengertian Letak Astronomis, Geografis, Geologis dan Geomorfologis.
6. Nama-nama Propinsi yang termasuk Daerah WIB, WITA, dan WIT.
7. Pengaruh Letak Astronomis, Geografis, Geologis dan Geomorfologis.
8. Gas-gas yang terdapat di Atmosfer.
9. Unsur-unsur cuaca dan iklim.
10. Proses terjadinya hujan dilihat dari siklus pendek, menengah dan panjang.
11. Dampak adanya lahan potensial dan lahan kritis.
12. Jenis-jenis laut di Indonesia.
13. Masa kejayaan kerajaan Mataram Kuno.
14. Peninggalan pada kerajaan Hindu - Budha di Indonesia.
15. Proses masuknya agama Islam di Indonesia.
16. Faktor pendorong ekspedisi pelayaran yang dilakukan bangsa Eropa.
17. Penyebaran permukiman penduduk di Indonesia.
18. Aktivitas penduduk di daerah dataran tinggi dan dataran rendah.
19. Pendapat para ahli mengenai perkembangan penduduk.
20.Kegiatan ekonomi Indonesia.
21. Alat-alat pengukur cuaca dan iklim.
22. Nama-nama raja terkenal pada kerajaan yang ada di Indonesia.

Rabu, 06 Mei 2015

MATERI AJAR SOSIOLOGI KELAS X SMA Norma dan Fungsinya



Norma merupakan wujud konkret dari nilai yang merupakan pedoman. Di dalamnya terdapat hal yang mengharuskan individu atau masyarakat untuk melakukan tindakan dan perilaku yang dibenarkan untuk mewujudkan nilai-nilai. Norma muncul dan tumbuh dari proses kemasyarakatan sebagai hasil dari proses bermasyarakat. Pada awalnya, aturan itu dibentuk secara tidak sengaja. Lama-kelamaan norma-norma itu disusun atau dibentuk secara sadar. Norma dalam masyarakat berisi tata tertib, aturan, petunjuk standar perilaku yang pantas atau wajar sehingga norma tidak boleh dilanggar. Siapapun yang melanggarnya atau tidak bertingkah laku sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam norma, akan memperoleh hukuman.


Norma yang ada dalam masyarakat memiliki peranan untuk mengatur, mengendalikan, memberi arah, dan memberi sanksi bagi tingkah laku masyarakat. Setiap masyarakat selalu mempunyai aturan agar tercipta suatu kondisi tertib sosial. Untuk itulah norma diperlukan, bagi setiap masyarakat yang meng harapkan dan memaksa anggotanya untuk mengikuti norma sosial yang ada. Pelaksanaan norma akan selalu dilakukan sejak anak masih kecil. Saat pertama kali anak bersosialisasi dengan orangtuanya, mereka akan diajarkan untuk mengikuti perintah orangtuanya, seperti harus membantu orangtua, tidak boleh berbohong, berbuat baik dan menyayangi orang lain, dan sebagainya. Beberapa norma yang berperan dalam proses sosialisasi di antaranya norma agama, norma hukum, norma kesusilaan, norma kebiasaan, dan norma kesopanan.


Di dalam proses sosialisasi, nilai dan norma sosial menjadi penentu bagaimana cara sosialisasi berlangsung dalam diri seseorang yang disosialisasi. Secara umum, nilai dan norma sosial berfungsi untuk mengarahkan anggota masyarakat dalam berfikir dan bertingkah laku serta sebagai pengontrol perilaku dalam proses sosialisasi. Nilai dan norma sosial sangat dibutuhkan masyarakat karena mereka memerlukan jaminan keamanan dalam rangka mempertahankan kelangsungan hidupnya.


Berikut ini beberapa fungsi nilai sosial dalam proses sosialisasi :
  • Sebagai pendorong. Nilai sosial yang berfungsi sebagai pendorong adalah nilai - nilai yang berkaitan dengan cita - cita dan harapan
  • Sebagai petunjuk arah. Nilai sosial memengaruhi cara berpikir, berperasaan, bertindak dan menjadi panduan dalam menentukan pilihan
  • Sebagai alat pengawas. Nilai sosialmenuntun, mendorong bahkan tidak jarang pula memaksa anggota masyarakat untu bertindak dan berperilaku sesuai dengan nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat
  • Sebagai alat solidaritas. Solidaritas dalam kelompok atau masyarakat akan terjaga dengan adanya nilai sosial
  • Sebagai benteng perlindungan. Nilai sosial berfunsi sebagai benteng perlindungan yang dapat menjaga stabilitas budaya dalam suatu kelompok maupun masyarakat yang bersangkutan

MATERI AJAR SEJARAH KELAS XI Agama Budha



Agama Buddha juga berasal dari India. Agama ini timbul sebagai reaksi masyarakat terhadap peran kaum Brahmana yang dianggap terlalu berlebihan dalam menjalankan tugas dan fungsi mereka. Agama ini didasarkan pada ajaran Sidharta Gautama. Sidharta Gautama digelari Sang Buddha (orang yang mendapat pencerahan) karena ia mendapat penerangan yang sempurna setelah bertapa di tengah hutan.

Agama Buddha tidak mengakui pembagian kasta dalam masyarakat. Menurut ajaran Buddha, setiap orang punya hak dan kesempatan yang sama untuk mencapai kesempurnaan asalkan ia mampu mengendalikan dirinya sehingga bebas dari samsara. Penderitaan dapat dihentikan dengan cara menindas trisna (nafsu). Nafsu dapat ditindas melalui delapan jalan (astavidha), yaitu pandangan (ajaran) yang benar, niat atau sikap yang benar, berbicara yang benar, berbuat atau bertingkah laku yang benar, penghidupan yang benar, berusaha yang benar, memerhatikan hal-hal yang benar, dan bersemedi yang benar. Pemeluk agama Buddha wajib melaksanakan tiga ikrar (Tri Ratna), yaitu: berlindung kepada Buddha, berlindung kepada Dharma (ajaran) agama Buddha, dan berlindung kepada Sanggha (perkumpulan) masyarakat pemeluk agama Buddha. Kitab suci agama Buddha ialah Tripitaka (Tiga Keranjang) yang terdiri atas Vinayapitaka (berisi tentang bermacam-macam aturan hidup dan hukum penentu cara hidup pemeluknya), Sutrantapitaka (berisi tentang pokok-pokok wejangan Sang Buddha), dan Abdhidharmapitaka (berisi tentang penjelasan dan kupasan mengenai sosial beragama atau falsafah agama). Umat Buddha merayakan Hari Raya Triwaisak, yang merupakan peringatan kelahiran, menerima bodhi, dan wafatnya Sang Buddha yang bertepatan dengan saat bulan purnama pada bulan Mei.

Agama Buddha terbagi atas dua aliran. Pertama, Mahayana yang mengajarkan bahwa untuk mencapai Nirwana, setiap orang harus mengembangkan sikap kebijaksanaan dan sifat welas asih. Kedua, Hinayana yang mengajarkan bahwa untuk mencapai Nirwana, sangat bergantung pada usaha diri melakukan meditasi. Agama Buddha mencapai puncak kejayaannya pada zaman kekuasaan Raja Asoka (273-232 SM) yang menetapkan agama Buddha sebagai agama resmi negara. Tempattempat suci umat Buddha antara lain Bodh-Gaya, tempat bersemedi Sidharta Gautama.

3. Proses dan Jalur Masuknya Hindu-Buddha ke Indonesia
Hindu-Buddha merupakan agama yang diakui keberadaannya di Indonesia. Hari-hari besar keagamaannya diperlakukan sama dengan agama besar lainnya di Indonesia, Islam. Bagaimana proses masuk dan berkembangnya agama ini di Nusantara? Ternyata ada beberapa aliran pendapat tentang proses masuknya Hindu-Buddha ke Indonesia.
a. Waisya
Menurut aliran ini, pengaruh Hindu-Buddha masuk karena dibawa oleh para pedagang yang banyak menikah dengan penduduk asli. Mereka menikah karena harus tinggal untuk waktu minimal 6 bulan sambil menunggu pergantian musim untuk kembali ke negaranya. Pendapat ini didukung oleh N.J. Krom dan Purbacaraka.
b. Brahmana
Menurut aliran ini, pengaruh Hindu-Buddha masuk karena dibawa oleh para brahmana yang mendapat undangan dari para penguasa untuk menobatkan para raja, mempimpin upacara keagamaan, dan mengajarkan ilmu pengetahuan. Dari istana, agama ini kemudian menyebar ke seluruh kerajaan. Pendapat ini didukung oleh J.C. van Leur.
c. Ksatria
Menurut aliran ini, pengaruh Hindu-Buddha masuk karena dibawa oleh para ksatria yang kalah perang di India. Mereka mendirikan koloni di Nusantara dan menyebarkan agama Hindu-Buddha di Nusantara. Pendapat ini didukung oleh C.C. Berg dan Majumdar.
d. Arus Balik
Menurut aliran ini, pengaruh Hindu-Buddha masuk karena para brahmana, pedagang, juga orang-orang Indonesia sendiri. Ada yang berdagang, ada pula yang sengaja datang ke India untuk belajar. Ketika kembali, mereka menyebarkan agama baru yang mereka dapatkan di India. Pendapat ini didukung oleh George Coedes dan FDK Bosch 


4. Pengaruh Agama Hindu-Buddha di Indonesia
Pengaruh agama dan kebudayaan Hindu-Buddha terjadi pada berbagai aspek kehidupan masyarakat. Aspek-aspek tersebut meliputi bidang sosial, teknologi, kesenian, juga pendidikan.
a. Bidang Sosial
Di bidang sosial, tradisi Hindu-Buddha berpengaruh terhadap sistem kemasyarakatan dan pemerintahan. Dalam sistem pemerintahan asli Indonesia, masyarakat Indonesia tersusun dalam kelompok-kelompok desa yang dipimpin oleh kepala suku. Sistem itu kemudian terpengaruh oleh ajaran Hindu-Buddha. Timbul kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha.
b. Bidang Teknologi
Perhatikanlah Candi Borobudur dan Candi Prambanan. Dapatkah kamu bayangkan bahwa ratusan tahun yang lalu, telah ada teknologi yang mampu digunakan untuk membuat bangunan begitu indah? Peninggalan Hindu-Buddha dalam bidang seni bangunan (arsitektur) yang berkembang di Indonesia adalah yang berupa candi, yupa, dan prasasti. Candi di Indonesia berbentuk punden bertingkat yang digunakan sebagai makam raja dan bagian atas punden bertingkat itu dibuatkan patung rajanya. Adapun candi di India berbentuk stupa bulat yang digunakan sebagai tempat sembahyang atau memuja dewa. Candi yang bercorak Hindu antara lain Candi Prambanan dan Candi Dieng. Candi yang bercorak Buddha antara lain Candi Borobudur dan Candi Kalasan.

c. Kesenian
Kamu pernah melihat tarian Bali atau menyaksikan seni beladiri Kongfu? Itulah contoh pengaruh tradisi kebudayaan Hindu-Buddha yang masih kita temui saat ini. Pengaruh tradisi Hindu-Buddha di Indonesia tampak juga pada bidang kesenian, khususnya seni rupa dan seni sastra. Dalam bidang seni rupa, banyak kita ditemui hiasan-hiasan pada dinding candi (relief) yang sesuai dengan unsur India. Di bidang seni sastra, pengaruh tradisi Hindu Buddha terlihat pada penggunaan huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta pada prasasti-prasasti. Ada juga hasil kesusastraan Indonesia yang sumbernya dari India, yaitu cerita Ramayana dan Mahabrata yang dijadikan lakon wayang. Banyak kitab Hindu-Buddha yang menjadi aset bangsa saat ini. Di antaranya Negarakertagama dan Barathayudha.
d. Bidang Pendidikan
Di bidang pendidikan, pengaruh tradisi Hindu-Buddha dapat kita lihat bahwa sampai akhir abad ke-15, ilmu pengetahuan berkembang pesat, khususnya di bidang sastra, bahasa, dan hukum. Kaum Brahmana adalah kelompok yang berwewenang memberikan pendidikan dan pengajaran dalam masyarakat Hindu-Buddha. Salah satu hasil dari perkembangan pendidikan, dikemukakan oleh I-Tsing, bahwa di Sriwijaya terdapat "universitas" yang dapat menampung ratusan mahasiswa biarawan Buddha untuk belajar agama.










MATERI AJAR SEJARAH KELAS X SMA Periodisadi Perkembangan Budaya pada Masyarakat Awal Indonesia



1. Pembabakan Jaman Prasejarah Indonesia
Adanya pembabakan jaman prasejarah diindonesia diperlukan untuk memahami kebudayaan manusia yang hidupa pada saat itu. Peembabakan ini didasrkan atas jenis peralatan atau bendaibenda yang dipergunakan untuk menopang hidup sehari-hari. Benda-benda peninggalan mereka yang masih dapat dikenali adalah yang terbuat dari batu dan logam. Adapun benda dari kayu sudah musnah, kecuali yang telah menjadi fosil kayu. Oleh karena itu, bahkan masa prasejarah Indonesia terdiri atas jaman batu dan jaman logam.Setiap jaman batu dan logam memiliki ciri-ciri tersendiri. Misalnya, manusia menggunakan batu untuk memotong kayu, menghidupkan api atau untuk menunjang kehidupannya, masyarakat prasejarah mulai menggunakan logam untuk kepentingan yang sama.
Perubahan dalam cara pembuatan dan menggunakan dari satu alat ke alat lainnya berlangsung selama ribuan tahun. Perubahan tersebut bersifat evolusioner atau perubahan yang berlangsung lamnbat.
Untuk sampai pada terciptanya alat dari batu yang lebih halus, yang diasah, diperlukan waktu ribuan tahun. Oleh karena itu, para ahli purbakala sepakat untuk membagi-bagi jaman batu ini ke dalam beberapa jaman berdasarkan kehalusan,bentuk,jenis dan ukuran alat bantu yang di ciptakannya. Pembagian jaman batu tersebut adalah sebagai berikut:
a). Jaman batu tua (Paleolithikum)
b). Jaman batu tengah (mesolithikum)
c). Jamaan batu muda (Neolithikum)
d). Jaman batu besar(Megalithikum)
2). Perkembangan Budaya pada Masyarakat Awal di Indonesia
Berdasarkan alat+alat kehidupan yang dipergunakan,perkembanganbudaya manusia purba yang ada di Indonesia di bedakan ke dalam beberapa jaman sesuai dengan tingkat peradaban atau dilihat dari temuan benda-benda kebudayaan.
Secara garis besar, jaman prasejarah indonesia dibagi ke dalam dua jaman, yauitu jaman batu dan jaman logam.
a). Jaman Batu
Jaman ini masih dibagi dalam beberapa jaman yakni:
1. Jaman Paleolithikum
Jaman ini juga disebut jaman batu tua. Ciri-ciri kehidupan manusia pada jaman ini adalah:
a. Peralatan batu yang dibuat masih kasar bentuknya
b. Belum bertempat tinggal secara menetap(nomaden)
c. Beramata pencaharian berburu dan mengumpulkan makanan dari alam (food gathering)
Kebudayaan jaman paleolothikum yang ditemukan di wilaya Indonesia,dianggap sebagai kebuadayaan tertua di indonesia. Para ahli purbakala lebih lanjut membedakan kebudayaan jaman paleolithikum menjadi dua, yaitu kebudayaan pacitan dan kebudayaan ngandong. Hal ini di dasarkan pada tempat penemuan hasil-hasil kebudayaan tsb.
(1) Kebudayaan Pacitan
Dalam penemuannya pada tahun 1935 di pacitan, von koenigswald mengemukakan sejumlah alat-alat batu. Alat-alat tsb dinamakan kapak genggam, yang terkenal juga derngan sebutan kapak perimbas atau chopper. Alat yang dimaksud berupa kapak,tetapi tidak bertangkai. Kapak ini digunakan hanya dengan cara menggenggam. Pembuatnnya dilakukan dengan cara memangkas salah satu sisi batu sampai menajam. Sisi lainnya dibirakan apa adanya sebagai tempat menggenggam. Diantaranya kapak-kapak yang ditemukan itu, masih ada yang di buat secara kasar, tergantung dan bagaiman memangkasnya.
Diperkirajkan, kebudayaan pacitan ini berasal dari masa dan tempat manusia jenis pithencanthropus erectus hidup.(2) Kebudayaan ngandong
Di daerah Ngandong dan Sidoarjo, dekat Ngawi, Jatim, di samping kapak genggam, ditemukan alat-alat yang terbuat dari tulang belulang. Alat semacam ini berfungsi sebagai alat penusuk(belati). Alat ini digunakan salam usaha mencari makan, seperti berburu binatang, atau menggali ubi-ubian.
Selai itu ditemukan juga alat-alat serpih(flakes),yang terbuat dari batu-batu dalam bentuk yang khas. Kemungkinan besar,alat-alat tesb dibuat oleh Homo Soloensis dan Homo Wajakensis.2. Jaman mesolithikum
Jaman ini jug adisebut jaman batu tengah. Ciri-ciri kehidupan pada jaman ini adalah:
a. Peralatan batu yang digunakan sudak agak halus buatannya.
b. Mempunyai tempat tinggal agak tetap(semi nomaden)
c. Mulai belajar menghasilka makanan sendiri (food producing) dengan mencocok tanamn secara sederhan.