Rabu, 06 Mei 2015

MATERI AJAR SEJARAH KELAS X SMA Periodisadi Perkembangan Budaya pada Masyarakat Awal Indonesia



1. Pembabakan Jaman Prasejarah Indonesia
Adanya pembabakan jaman prasejarah diindonesia diperlukan untuk memahami kebudayaan manusia yang hidupa pada saat itu. Peembabakan ini didasrkan atas jenis peralatan atau bendaibenda yang dipergunakan untuk menopang hidup sehari-hari. Benda-benda peninggalan mereka yang masih dapat dikenali adalah yang terbuat dari batu dan logam. Adapun benda dari kayu sudah musnah, kecuali yang telah menjadi fosil kayu. Oleh karena itu, bahkan masa prasejarah Indonesia terdiri atas jaman batu dan jaman logam.Setiap jaman batu dan logam memiliki ciri-ciri tersendiri. Misalnya, manusia menggunakan batu untuk memotong kayu, menghidupkan api atau untuk menunjang kehidupannya, masyarakat prasejarah mulai menggunakan logam untuk kepentingan yang sama.
Perubahan dalam cara pembuatan dan menggunakan dari satu alat ke alat lainnya berlangsung selama ribuan tahun. Perubahan tersebut bersifat evolusioner atau perubahan yang berlangsung lamnbat.
Untuk sampai pada terciptanya alat dari batu yang lebih halus, yang diasah, diperlukan waktu ribuan tahun. Oleh karena itu, para ahli purbakala sepakat untuk membagi-bagi jaman batu ini ke dalam beberapa jaman berdasarkan kehalusan,bentuk,jenis dan ukuran alat bantu yang di ciptakannya. Pembagian jaman batu tersebut adalah sebagai berikut:
a). Jaman batu tua (Paleolithikum)
b). Jaman batu tengah (mesolithikum)
c). Jamaan batu muda (Neolithikum)
d). Jaman batu besar(Megalithikum)
2). Perkembangan Budaya pada Masyarakat Awal di Indonesia
Berdasarkan alat+alat kehidupan yang dipergunakan,perkembanganbudaya manusia purba yang ada di Indonesia di bedakan ke dalam beberapa jaman sesuai dengan tingkat peradaban atau dilihat dari temuan benda-benda kebudayaan.
Secara garis besar, jaman prasejarah indonesia dibagi ke dalam dua jaman, yauitu jaman batu dan jaman logam.
a). Jaman Batu
Jaman ini masih dibagi dalam beberapa jaman yakni:
1. Jaman Paleolithikum
Jaman ini juga disebut jaman batu tua. Ciri-ciri kehidupan manusia pada jaman ini adalah:
a. Peralatan batu yang dibuat masih kasar bentuknya
b. Belum bertempat tinggal secara menetap(nomaden)
c. Beramata pencaharian berburu dan mengumpulkan makanan dari alam (food gathering)
Kebudayaan jaman paleolothikum yang ditemukan di wilaya Indonesia,dianggap sebagai kebuadayaan tertua di indonesia. Para ahli purbakala lebih lanjut membedakan kebudayaan jaman paleolithikum menjadi dua, yaitu kebudayaan pacitan dan kebudayaan ngandong. Hal ini di dasarkan pada tempat penemuan hasil-hasil kebudayaan tsb.
(1) Kebudayaan Pacitan
Dalam penemuannya pada tahun 1935 di pacitan, von koenigswald mengemukakan sejumlah alat-alat batu. Alat-alat tsb dinamakan kapak genggam, yang terkenal juga derngan sebutan kapak perimbas atau chopper. Alat yang dimaksud berupa kapak,tetapi tidak bertangkai. Kapak ini digunakan hanya dengan cara menggenggam. Pembuatnnya dilakukan dengan cara memangkas salah satu sisi batu sampai menajam. Sisi lainnya dibirakan apa adanya sebagai tempat menggenggam. Diantaranya kapak-kapak yang ditemukan itu, masih ada yang di buat secara kasar, tergantung dan bagaiman memangkasnya.
Diperkirajkan, kebudayaan pacitan ini berasal dari masa dan tempat manusia jenis pithencanthropus erectus hidup.(2) Kebudayaan ngandong
Di daerah Ngandong dan Sidoarjo, dekat Ngawi, Jatim, di samping kapak genggam, ditemukan alat-alat yang terbuat dari tulang belulang. Alat semacam ini berfungsi sebagai alat penusuk(belati). Alat ini digunakan salam usaha mencari makan, seperti berburu binatang, atau menggali ubi-ubian.
Selai itu ditemukan juga alat-alat serpih(flakes),yang terbuat dari batu-batu dalam bentuk yang khas. Kemungkinan besar,alat-alat tesb dibuat oleh Homo Soloensis dan Homo Wajakensis.2. Jaman mesolithikum
Jaman ini jug adisebut jaman batu tengah. Ciri-ciri kehidupan pada jaman ini adalah:
a. Peralatan batu yang digunakan sudak agak halus buatannya.
b. Mempunyai tempat tinggal agak tetap(semi nomaden)
c. Mulai belajar menghasilka makanan sendiri (food producing) dengan mencocok tanamn secara sederhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar