C. ISIAN
1. Syajaratun
2. Geschicht
3. WJS. Poerwodarminto
4. Moh. Ali
5. Peristiwa yang abadi
6. Pithecanthropus Erectus
7. GHR. Von Koeningswald
8. Belanda
9. Trinil
10. Artefak
11. Meramu
12. Alat perang
13. Arwah nenek moyang
14. Pithecanthropus Erectus
15. Gua
16. Nekara
17. Punden berundak
18. Animisme
19. Dinanisme
20. Kapak lonjong
D. URAIAN
1.
Karena
pada zaman ini binatang reptil mengalami perkembangan yang amat pesat dan
mencapai ukuran yang amat besar.
2.
Pembabakan
zaman praaksara Indonesia berdasarkan konsep R.P. Soeyono, yaitu :
a.
Masa
berburu dan mengumpulkan makanan
-
Masa
berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana (tradisi palaeolitik)
-
Masa
berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut (tradisi epipalaeolitik)
b.
Masa
bercocok tanam (masa pertanian)
-
Tradisi
neolitik
-
Kegiatan
kultur nenek moyang (tradisi megalitik)
c.
Masa
perundagian (masa kemahiran teknik)
-
Tradisi
seni tuang perunggu
-
Tradisi
penuangan besi
3.
Pembagian
zaman praaksara Indonesia berdasarkan alat-alat kehidupan manusia purba, yaitu
:
a.
Zaman
batu
-
Zaman
batu tua (paleolithicum)
-
Zaman
batu madya (mezolithicum)
-
Zaman
batu muda (neolithicum)
b.
Zaman
logam
-
Zaman
tembaga
-
Zaman
perunggu
-
Zaman
besi
4.
Prasejarah
artinya sebelum sejarah. Zaman prasejarah artinya zaman ketika belum ditemukan
sumber-sumber tertulis. Zaman prasejarah disebut juga zaman nirleka artinya
zaman tanpa tulisan.
5.
–
Fosil adalah sisa-sisa kehidupan yang terdiri dari tumbuh-tumbuhan, hewan dan
kerangka manusia yang telah membatu.
-
Leitfosil
adalah fosil yang dapat memberi petunjuk tentang kehidupan manusia pada zaman
prasejarah.
6.
Jenis
manusia purba di Indonesia, yaitu :
a.
Meganthropus
Paleojavanicus, fosilnya ditemukan di Sangiran, Sragen.
b.
Pithecanthropus
Erectus, fosilnya ditemukan di Trinil, Ngawi.
c.
Pithecanthropus
Robustus, fosilnya ditemukan di Lembah Bengawan Solo
d.
Pithecanthropus
Mojokertensis, fosilnya ditemukan di Perning, Mojokerto.
e.
Homo
Soloensis, fosilnya ditemukan di Ngandong, Sembung Macan dan Sangiran.
f.
Homo
Wajakensis, fosilnya ditemukan di Campurdarat, Wajak, Ttulungagung.
g.
Homo
Floresiensis, fosilnya ditemukan di Liangbua, Flores.
7. Ciri-ciri kehidupan masyarakat
nomaden adalah sebagai berikut :
- Selalu berpindah dari satu tempat
ke tempat yang lain.
- Sangat bergantung pada alam
- Belum mengolah bahan makanan
- Hidup dari hasil mengumpulkan
bahan makanan dan berburu
- Belum memiliki tempat tinggal
yang tetap
- Peralatan hidup masih sangat
sederhana dan terbuat dari batu atau kayu.
8. Jenis manusia yang hidup pada
zaman megalithicum adalah :
a. Pithecanthropus Mojokertensis
b. Meganthropus Paleojavanicus
c. Pithecanthropus Erectus/Homo
Erectus
d. Homo Wajakensis
e. Homo Soloensis
9. Nenek moyang bangsa Indonesia
telah mampu mengarungi laut luas dengan menggunakan perahu bercadik. Perahu bercadik
adalah perahu yang kanan kirinya dipasang alat dari kayu dan bambu agar
perahunya tidak oleng.
10. Guna kapak persegi, yaitu :
a. Untuk mengerjakan lahan
(mencangkul)
b. Untuk mengerjakan kayu
c. Sebagai pusaka kebesaran, alat
tukar dan bekal kubur.
Daerah
penemuannya di Indonesia antara lain :
-
Bunga
Mas (Sumatera Selatan)
-
Pasir
Kuda (Bogor)
-
Karang
Nunggal (Tasikmalaya)
-
Karang
Bolong (Kebumen)
-
Punung
(Pacitan)
-
Kendang
Lembu (Banyuwangi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar